Nonton bokep papa nyelingkuhin anaknya ketahuan ibu

Ibu memakai gaun tidur dengan tali di pundak berwarna hitam model dua potong. Aku yang sudah mulai horny menjadi tegang karena mendapatkan ciuman darinya. tidur sana…..” Mulai saat itu, kini setiap aku bangun atau mau tidur, berangkat atau pulang sekolah, aku mencium bibir ibu. Seperti kataku sebelumnya, kami suka saling saling menggelitik. Nah, kini aku juga berencana untuk menggunakan saat itu untuk memperjauh perhubungan antara aku dan ibuku. Berhubung di Eropa terlambat sehari dari Indonesia, ayah lupa bahwa aku di Indonesia sudah ulang tahun sehingga baru menelpon.

Setelah ibu melepaskanku untuk menyiapkan sarapan, aku bergegas bertanya, berusaha membuat suaraku wajar-wajar saja. Yang paling seru adalah, ketika Ayah telpon dari luar negeri, kami suka saling menggelitik. Suatu ketika aku ingin dibelikan mainan yang tidak ada di Indonesia, maka aku ingin bicara dengan ayah di telpon, namun Ibu sengaja tidak mau memberikan telponnya, maka aku segera menggelitiki ibu. Aku saat itu sengaja hanya memakai celana pendek dengan alasan gerah.

Ciuman itu hanya ciuman sayang orangtua kepada anak.

Begitu pula bila ibu ulang tahun, aku akan mencium kedua pipinya dan kemudian bibirnya. Wong kamu sendiri yang ga mau dicium bibir waktu kelas 3 SD.

Atau mungkin juga, ibu memang tidak memikirkan sama sekali mengenai hal itu.

Aku sangat tersiksa bila sudah bermain-main dengan ibu, kala kami berkeringat waktu bergumul satu sama lain, karena bau tubuh ibu jadi semakin jelas tercium olehku, membuat aku pusing tujuh keliling.

“Bu, kok kalau ulang tahun saja, ibu mencium kedua pipi dan bibir Ari? Kamu kan ulang tahun.” Ibu menjawab tanpa berpikir karena pikirannya sedang dipenuhi untuk mempersiapkan makanan. ” “Iya, menandakan bahwa ibu sayang sama Ari.” “Oh, jadi Ibu Cuma sayang kalau hari Ulang tahun aja ya? Akhirnya setelah beberapa saat ibu memberikan telpon padaku, giliranku yang bicara, ibu balas menggelitik. Ia senang bahwa di rumah isteri dan anaknya begitu akur dan harmonis. Pertama ibu berbicara dengan ayah, aku belagak ga sabar dan minta telponnya. belum sempet……” saat itu aku memberi kode ibu untuk memberikan telpon kepadaku,” Iya… Ibu ngomong sama Ayah dulu nih….” Beberapa saat ibu masih berbicara dengan ayah di telpon. “Ari, tar dulu ah……” kata ibu menghindar tanganku,” Ibu belum selesai ngomong sama ayah……” Lalu ibu melanjutkan pembicaraannya. ” Kata ibu di telpon kepada ayah,” Oh, Si Ari ga sabar ngomong sama Ayah, jadi mulai deh ngelitikin Mamanya seperti biasa.” Ibu kemudian menatapku lalu berkata, “Kata ayah kamu jangan bandel.” “Oke deh.

Last modified 04-Jul-2014 00:59